Friday, 30 December 2016

Target GPS Minggu 1 Januari 2017

Mbah Prenjak


Mbah Prenjak nama beliau yg kuketahui saat ngobrol dengan beliau
(saya penasaran kenapa diusianya yg lanjut masih bekerja maka kuberanikan diri mengajak ngobrol beliau).
Karena saya saat ngobrol hari sudah sangat sore dan kebetulan mbah prenjak mengajak saya untuk mampir digubuk beliau di dsn. Lobang Rt 02/5, kel.Gedong, kec/kab.Karanganyar.
Setelah sampai dirumah beliau saya lanjutkan lagi obrolan yg sempat tertunda tadi.
Kenapa diusia mbah prenjak yg setua ini masih nekat bekerja?tanya saya
"Saya sebenarnya pengen istrahat nak tapi kalau saya istirahat mau makan apa?
Sedangkan 4 anak saya smuanya dah menikah yg dua diluar kota dan 2 lagi tggl didekat sini, tapi ya itu dek keadaan mereka jg sama seperti saya kekurangan"
Kata beliau

(Ini sudah saya translate soalnya saat saya sedang ngobrol beliau pakai bahasa jawa halus).
Saya mengarahkan bola mata saya memandang tiap sudut rumah.


Dan saya tanya lagi,
Untuk listrik apa pasang sendiri nek?
"Kalau saya pasang sendiri uang dari mana to nak,saya gak mampu untuk pasang listrik,saya cuma buruh tani tebu yg pekerjaannya pun musiman tdk setiap minggu bekerja,ini listrik saya ikut/numpang tetangga dengan membayar 200rb untuk 3bulan"
Jawab beliau dengan lirih..


Jadi gaes inti dari obrolan singkat saya dengan mbah prenjak ini,bahwa
diusianya yg sdh sangat2 sepuh masih harus berjuang bertahan hidup dibawah kerasnya hidup,
Dibawah tekanan ekonomi yg smakin menghimpit, apalagi pekerjaan beliau hanya buruh tebu musiman yg tidak stiap saat bekerja(hanya waktu tertentu saja saat panen tebu)
Jadi beliau harus irit se irit2nya untuk bertahan hidup.
Gaes lur, marilah saya ajak lagi berbagi sedikit rizki kita kepada beliau.
Agar beliau bisa sedikit tersenyum,
Bisa sedikit meringankan beban ekonomi beliau.


Donasi anda bisa anda salurka di..
Rekening GPS :
BRI unit Ledoksari
No. 3095-0101-5804-532
An: Sri Lestari
Mandiri
No. 90000-3593-4133
An: Sri Lestari
BCA
No. 078-0131-586
An: Sri Lestari
BNI
No. 043-128-5521
An: Sri Lestari


Monday, 19 December 2016

Realisasi Sidak 18 Desember 2016


Alhamdulillah SIDAK (Sedekah Iklhas Dadakan) yang baru pertama kita lakukan berjalan dengan lancar.. Terima kasih untuk dukungan pejuang sedekah semua.. Nantikan lagi SIDAK di edisi selanjutnya..

Saturday, 17 December 2016

SIDAK - Sedekah Iklhas Dadakan 18 Desember 2016


SALAM OLAHRAGA!!

Besok minggu 18 Desember 2016 kita akan berolahraga lagi,
Namun olahraga kali ini sedikit berbeda.
Karena kita olahraganya blusukan dipasar tradisional, kami menyebutnya dengan kata
SIDAK (Sedekah Iklhas Dadakan).
Sasaran kami ialah para lansia yg berjualan dipasar secara lesehan/pedagang oprokan (seperti yg difoto)
Kami akan trus mencari di tiap2 pasar.
Dan beliau-beliau ini yang sudah sepuh tapi masih nekat bekerja karena masalah ekonomi yg nantinya akan diberi donasi agar bisa menambah modal daganganya.
Anda pun bisa turut berpartisipasi membantu beliau dengan berdonasi direkening resmi GPS: 
BRI unit Ledoksari
No. 3095-0101-5804-532
An: Sri Lestari
Mandiri 
No. 90000-3593-4133
An: Sri Lestari
BCA
No. 078-0131-586
An: Sri Lestari
BNI
No. 043-128-5521
An: Sri Lestari

Monday, 5 December 2016

SeBar PaKo - Sebar Paket Sembako 04 Desember 2016

Dulur GPS (Gerakan Peduli Sedekah)
Jangan lupa besok hari minggu 04 Desember 2016 kita OLAH RAGA lagi ya....
Jangan sampai ketinggalan.. 
Kali ini kita membawa 16 paket sembako spesial dalam acara rutin kita yaitu SEBAR PAKO (Sedekah Bareng Paket Sembako)
Lokasinya di :
Kampung Joyotakan RT 2 RW 6 Joyotakan, Serengan, Solo.
Mulai jam 11.00 - selesai.
Tapi sebelumnya kita kumpul kopdar dulu di Alkid Solo jam 09.00 - 11.00 ya..
Tetap semangat dulur-dulurku semua..
*Klik Gambar untuk info lengkapnya..


Tuesday, 8 November 2016

Apresiasi hari Minggu 6 Nopember 2016 untuk Nadini




JOGLOSEMAR.CO : Hidup haruslah memberi manfaat bagi orang lain. Hal itulah yang terus digelorakan oleh komunitas Gerakan Peduli Sedekah (GPS). Mereka terus berupaya untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Seperti yang dilakukan pada awal November lalu, tepatnya Minggu (6/11/2016). GPS bertolak ke  Dukuh Ngruki RT 1 RW XVII, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Kedatangan anggota GPS itu untuk menyalurkan bantuan kepada seorang bocah yang memiliki masalah dengan pendengarannya.
Dia adalah Nadini Islam Saputri (21 bulan). Bocah manis ini memiliki saudara kembar. Namun saudara kembar Nadini kondisinya sehat.
“Dari keterangan orangtuanya, kedua bocah kembar itu lahir prematur. Tapi Nadini menderita gangguan pendengaran yang membuatnya tidak bisa mendengar suara di dunia,” kata Ketua GPS Sulis Setiawan belum lama ini.
Untuk sepasang alat bantu pendengaran, keluarga diharuskan menyiapkan dana Rp 25 juta. Sedangkan BPJS Kesehatan tidak mengkaver kebutuhan untuk ini. Pemerintah daerah juga tidak memberikan bantuan sama sekali.
Padahal, Nadini hidup bersama 11 orang anggota keluarganya di rumah yang berukuran mini, 37 meter persegi. Ayahnya, Didik (35) hanya bekerja sebagai buruh di pabrik sablon dan ibunya Noviati (34) mencari rongsok.
“Kami pun melakukan survei dan hasilnya memang Nadini layak untuk dibantu,” katanya.
“Bantuan tahap pertama sebesar Rp 2 juta kami berikan saat GPS ulang tahun. Dan 6 November lalu kita teruskan penyaluran tahap kedua sebesar Rp 2 juta. Dari pengakuan pihak keluarga, saat ini masih membutuhkan dana Rp 20 juta untuk membeli sepasang alat bantu pendengaran,” tambah Sulis.
Bantuan dari GPS yang dihimpun dari para anggota dan donatur langsung diterima oleh sang ibu, Noviati. Penggalangan dana itu sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.
“Jangan dinilai nominalnya, tapi niat tulus kami kepada warga yang membutuhkan. Masa depan Nadini masih panjang, besar harapan kami ada pihak-pihak yang mau membantunya untuk membeli sepasang alat bantu pendengaran itu,” harap Sulis.
Murniati
Sumber berita: https://joglosemar.co/2016/11/gerakan-peduli-sedekah-salurkan-bantuan-nadini.html

Wednesday, 2 November 2016

Target Khusus Adik Nadini

Nadini bersama Ibunya.

Nama adik ini adalah Nadini Islam Saputri berusia 21 bulan dan mempunyai saudara kembar. 
Tapi nasib berkata lain, adik Nadini ini berbeda dengan saudara kembarnya yg sekarang sehat. Dari keterangan orang tuanya mereka dulu lahir prematur.
Adik Nadini ini menderita gangguan pendengaran yang membuat adik Nadini tidak bisa mendengarkan indahnya suara dunia.
Sedangkan rumah ortu adik Nadini sendiri hanya berukuran 37 meter pesegi luas keseluruhannya.
Dirumah sekecil itupun terasa penuh sesak karena Dihuni oleh 11 orang.  

Adik Nadini beralamatkan di Ngruki RT 01 RW 17 Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Dan adik Nadini saat ini membutuhkan bantuan sebesar 25 juta untuk alat bantu dengar, yang perunitnya seharga 12,5 juta.
Kenapa sangat mahal? itu dikarenakan adek Nadini usianya masih kecil dan harus cetak telinga khusus dengan frequency khusus juga.
Sedangkan BPJS tidak mengcover itu semua. Kebetulan dari pemerintah daerah juga tidak ada bantuan sama sekali. 

Dari penghasilan ayah Nadini, Didik (35) itu tidak pasti karena beliau bekerja di pabrik sablon dengan sistim borongan.
Sedangkan ibu Nadini, Noviati (34) kadang cari rosok.


Mari dulurku semua, kita bergerak bersama...
Mari bantu adik Nadini ini agar adik Nadini ini bisa seperti anak-anak lainya yang bisa mendengarkan indahnya suara dunia.


Donasi bisa Anda salurkan ke Rekening khusus GPS (GERAKAN PEDULI SEDEKAH).


BRI : 689201009721537
AN  : DANNY IKA ARYANTI


Konfirmasi ke Cp: 085642132500 (sms - WA)


Tuesday, 1 November 2016

Kemeriahan Milad Pertama Gerakan Peduli Sedekah














JOGLOSEMAR.CO : Ulang tahun (ultah) selalu identik dengan pesta meriah dan hiburan musik. Namun hal itu  bukanlah cara komunitas Gerakan Peduli Sedekah (GPS) dalam merayakan anniversary pertamanya.
Mereka lebih suka merayakannya dengan kegiatan amal. Yakni, mengundang Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) yang biasanya membantu masyarakat di wilayah eks Karesidenan Surakarta untuk hadir di Balai Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (30/10/2016) lalu. Sebanyak 45 Supeltas hadir dan bergabung dengan GPS dalam acara sederhana itu.
Ketua GPS Sulis Setiawan mengungkapkan, Supeltas adalah pahlawan bagi para pengguna jalan. Khususnya di ruas jalan perkotaan yang cenderung macet dan rawan kecelakaan.
Sayangnya, keberadaan Supeltas sering kali dianggap remeh dan disamakan dengan Pak Ogah. Padahal, para Supeltas tidak pernah memaksa pengguna jalan untuk memberinya uang.
“Supeltas dipilih karena kami merasa salut akan kerja keras mereka. Panas dan hujan dirasakan hanya untuk membantu pengguna jalan dan mengurangi kemacetan. Bahkan, selama ini mereka tidak digaji karena hanya bekerja secara sukarela,” katanya kemarin.
Dalam kesempatan itu, GPS membagikan sedekah berupa uang tunai. Dengan harapan, bisa digunakan untuk membantu menghidupi keluarganya.
“Tidak banyak yang kami berikan hanya Rp 100.000 per orang. Kami mohon jangan dilihat dari nominalnya, tetapi dari niat kami dalam memberikan apresiasi atas kerja keras Supeltas,” harap Sulis.
Pemberian sedekah itu dilakukan di hadapan 70-an anggota GPS dan 30-an orang dari komunitas yang ada di eks Karesidenan Surakarta.
Tidak hanya kepada Supeltas, GPS juga memberikan bantuan alat pendengaran senilai Rp 2 juta kepada seorang gadis cilik yang berdomisili di Sukoharjo.
Acara bertajuk “Pada Masyarakat Kami Berbagi” itu juga dijadikan momentum untuk memperingati Sumpah Pemuda yang jatuh di bulan yang sama. GPS ingin kembali mengobarkan semangat pada anggotanya yang kebanyakan adalah pemuda.
Meski sedikit berbeda dengan perayaan ulang tahun komunitas lain, GPS juga berupaya untuk menghibur para anggota dan tamu undangan.
Pihak panitia menyediakan doorprize, salah satunya berupa burung lovebird seharga Rp 1,5 juta yang berasal dari sumbangan donatur.
Sulis berharap ke depan GPS bisa makin solid dan para anggota tidak mengedepankan egonya. “Kita harapkan mulai saat ini tidak egois lagi. Karena di tahun kemarin masih banyak kekurangan yang perlu kita perbaiki ke depannya,” pungkasnya.
Murniati
Sumber berita : https://joglosemar.co/2016/11/gerakan-peduli-sedekah-rayakan-ultah-bersama-supeltas.html

Monday, 10 October 2016

Apresiasi hari Minggu 9 Oktober 2016






Alhamdulillah, realisasi hari ini berjalan dengan lancar.. 
pagi tadi sebelum ke tempat realisasi ini kita mengadakan kopdar seperti biasa. Kopdar sendiri bertempat di Alkid Solo. Monggo kalo ada pembaca yang ingin ikut gabung bersama kami, silahkan setiap hari minggu pagi kita slalu kumpul-kumpul di Alkid Solo.. 

Saturday, 8 October 2016

Target GPS Minggu 09 Oktober 2016



Ini adalah calon target GPS minggu ini..

Pak Eko Sukarso (57 tahun) 
Alamat: Kragilan RT 02/24 Kadipiro, Solo.
Beliau adalah pengrajin Sapu Lidi yg akan beliau jual dari pasar kepasar.

Ternyata beliau membuat sapu lidi dengan manual itupun hanya dengan tangan kiri,dikarenakan tangan kanan beliau putus waktu kecelakaan bertahun2 silam,lebih tepatnya beliau korban tabrak lari.
Ditengah keterbatasan fisik,beliau ternyata juga tengah mengidap penyakit kelenjar di lehernya yg berakibat tumbuh benjolan sebesar genggaman tangan di lehernya.
Sepeda motor tua yg slalu menemaninya berkeliling dari pasar kepasar, tak jarang beliau plg malam untuk menhabiskan barang daganganya.
Sepeda tua itupun telah dimodifikasi dengan meletakkan gas disebelah kiri,dan sepeda motor tua itulah yg diajak membawa beban hingga puluhan kilo, bisa dibayangkam menyetir sepeda motor hanya dengan tangan satu dan membawa beban yg banyak.

Friday, 7 October 2016

Monday, 26 September 2016

Friday, 23 September 2016

Target GPS Minggu 25 September 2016

Nama :Ibu Ning Menir
Usia : 52 tahun
Alamat : Plesungan, Samirukun Rt 4 rw 4, Gondangrejo, Karanganyar.
Pekerjaan : Cari Rongsok
Tinggal berdua bersama suami (Pak Sarmidi 62 tahun) yang sakit strok.


Sebelum pak sarmidi sakit stroke, Bu Ning dan pak sarmidi berjualan warung hek/angkringan.. namun setelah pak sarmidi sakit hanya bisa terbaring di kamar. karna butuh biaya yg banyak utk perobatan jadi sisa barang-barang yg di gunakan untuk jualan di jual semua.. krn pak sarmidi tidak memiliki KIS atau BPJS. Itu pun masih kurang untuk biaya berobat, jadi pengobatan pak sarmidi terhenti krn kendala biaya.. selain penyakit stroke pak sarmidi mempunyai penyakit di kepalanya.. yaitu pembengkakan atau daging tumbuh di kepalanya.. untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari skrg ibu Ning bekerja sbg pengumpul rongsokkan.. yg pendapatannya tdk menentu yg hanya bisa mencukupi kebutuhan pangan keseharianya. Pak sarmidi dan bu Ning memiliki 4 orang anak.. 3 laki-laki dan 1 perempuan. Namun di antara  ke 4 anak beliau tdk ada satupun anak nya yg peduli dgn keadaan beliau. Jangan kan untuk merawat, untuk memberi makan kpd orgtua nya saja tdk prnh.. makanya bu Ning bekerja mengumpulkan rongsokkan seorang diri utk kehidupan beliau dan pak sarmidi.  Sebelumnya mereka tinggal satu rumah dengan anak nya. Namun setelah pak sarmidi sakit.. beliau dan istri tidak di izinkan tinggal dgn anak nya.. padahal rumah itu warisan pak sarmidi untuk anak-anaknya.. sangking tidak suka anak nya dgn pak sarmidi.. pak sarmidi dan istri dibuatkan kamar sekatan sendiri agar tidak berbaur satu rumah dengan anak nya..



Sunday, 18 September 2016

Friday, 16 September 2016

Target GPS Minggu 18 September 2016

Ditengah umurnya yg sudah tidak lagi muda, Mbah Sunaryo (80 tahun) tetap gigih bekerja demi sesuap nasi.
Beliau berprofesi sebagai penjual cilok/bakso pentol keliling, beliau menjajakan dagangannya dengan sepeda ontel tua,tapi sepeda itu tidak dinaiki tp dituntun berpuluh2 kilometer karena kaki beliau sakit,dan tidak bs buat bersepeda. Sakit beliau berasal dari tulang paha atas yg meleset dari sendi.
Sakit itu didapatkan waktu beliau menjadi korban tabrak lari tapi beliau tidak ada biaya untuk mengobatinya akhirnya dibiarin saja sampai sekarang.
Waktu tim berkunjung kerumah beliau yang beralamatkan di wonorawi kampung baru rt5/6 dukuh, sukoharjo. tampaklah rumah mungil terbuat dari anyaman bambu berukuran 4x2 meter.
Itupun bukan rumah beliau melainkan rumah yg disewa beliau 600rb/thn.
Dan beliau tinggal bersama sang istri mbah ngatinem 83 thn (yg sudah jompo).



Mbah Sunaryo (80 tahun).

Friday, 9 September 2016

Target GPS Minggu 11 September 2016

Berikut adalah calon target GPS pada hari Minggu 11 September 2016.
Dan untuk minggu ini ada dua calon target, Berikut rangkuman profilnya.. :

Yang pertama :
Nama         : Vina Oktafiani
Kelas         : 6 SD Genengsari 3
Nama adik : Nizam Koeswoyo
Alamat       : Sawur rt 01/rw03 Genengsari, Polokarto, Sukoharjo.


Ayah sudah meninggal, sedang ibunya (maaf) kurang waras.
Ibu tinggal dirumah orangtuanya.
Sedangkan vina dan adiknya tinggal dirumah pakdhe, kakak dr ayahnya.
Pakdhenya vina bekerja serabutan, sedangkan budhe kerja di pabrik.
Mereka memiliki 2 org anak, yg dewasa (maaf) kurang waras, adik kls 6sd.
Vina dan adiknya memiliki rumah peninggalan orang tua, tp krn masih kecil, 
mereka tinggal dirumah dan di asuh oleh pakdhenya.
Ibunya yg tinggal dirumah orang tuanya sdh tdk mau mengurus anak-anaknya.
Di sekolah vina blm mendapat bantuan apapun, spt KIP.

*****

Yang kedua :
Nama        : Mbah Panggih
Alamat      : Bacem 4/1 , Grogol, Sukoharjo.
Usia          : 65 Tahun
Pekerjaan : Pemulung 


Istri mbah Panggih bekerja sebagai PRT di sebuah perumahan yg gajinya minim.
Anaknya mbah Panggih berjumlah tujuh, yang empat sudah menikah dan berada diluar kota sedangkan yang tiga masih serumah dengan mbah Panggih ini.
Anaknya yang tinggal serumah satu sudah bekerja itupun baru  seminggu ini, dan yang dua masih sekolah kelas 4 dan kelas 6 SD.




Tuesday, 6 September 2016

Thursday, 1 September 2016

Bazar Sedekah


BAZAR PAPA (Pakaian Pantas Pakai) Kembali hadir di CFD besok
hari Minggu 04 September 2016 jam 6pagi -selesai..
bertempat di CFD Slamet Riyadi (Depan Meriam Sriwedari)
Harga pakaian yang dijual mulai Rp 5.000,- 
dan lebih mudahnya lagi anda bisa berdonasi di CFD besok dengan membeli pakaian pantas pakai dengan kualitas super dan harga yang super miring...
harganya super super MOMFROT...
Hasil penjualan 100% di SEDEKAHkan bagi yang membutuhkan..
Tunggu apalagi, silahkan berbondong-bondong dan borong di hari minggu besok..